Mengenal Budaya Islam Ala Al-Jazair
![]() |
| baju tradisional laki-laki Al Jazair. Foto: Pexels.com |
Aljazair adalah negara terbesar di Benua Afrika
yang 80% wilayahnya terdiri dari gunung sahara. Algeria atau yang biasa dikenal
dengan Al Jazair adalah bagian dari geografis etnik Maghrib. Islam adalah agama
mayoritas di Aljazair, yang dianut oleh sekitar 99% penduduknya. Islam
memainkan peran penting dalam membentuk identitas, nilai, dan tradisi bangsa
Aljazair.
Islam tidak hanya merupakan agama, tetapi juga
bagian dari budaya dan identitas Aljazair. Islam mempengaruhi berbagai aspek
kehidupan masyarakat Aljazair, seperti bahasa, sastra, seni, musik, arsitektur,
pakaian, makanan, adat istiadat, dan nilai-nilai. Islam juga menjadi sumber
inspirasi dan orientasi bagi banyak tokoh dan gerakan sosial, politik, dan
budaya di Aljazair. Beberapa contoh budaya Islam di Aljazair adalah sebagai
berikut:
Tradisi
mengantar 100 piring nasi
Dikutip
dari laman liputan6.com (23/11/23) Tradisi ini dimulai oleh Leila,
seorang wanita yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Ia mendirikan
sebuah organisasi non-profit bernama Dir al khir Wensah, yang berarti “Rumah
Kebaikan dan Persaudaraan” dalam bahasa Arab. Organisasi ini bertujuan untuk
membantu orang-orang miskin, kurang mampu, dan terlantar di Algeria, khususnya
di bulan Ramadan. Setiap hari, Leila dan para wanita sukarelawan lainnya akan
memasak 100 piring nasi dengan lauk-pauk yang berbeda-beda, seperti daging,
ayam, sayuran, atau kacang-kacangan. Mereka juga menyediakan roti, buah-buahan,
air minum, dan kurma sebagai makanan pembuka. Makanan ini kemudian disajikan di
sebuah restoran yang bersedia memberikan tempatnya secara gratis kepada
organisasi ini.
Tradisi berbagi 100 piring nasi ini telah
dilakukan oleh Leila dan organisasinya sejak tahun 2016, dan terus berlanjut
hingga sekarang. Setiap tahun, jumlah orang yang datang untuk berbuka puasa di
sana semakin meningkat. Banyak orang yang ikut berdonasi atau menjadi
sukarelawan untuk membantu organisasi ini. Bahkan, beberapa restoran lain juga
ikut meniru tradisi ini dengan menyediakan makanan gratis bagi orang-orang yang
membutuhkan.
Tlemcen,
Ibu Kota Kebudayaan Islam Al Jazair
Tlemcen memiliki budaya Islam yang kaya
yang terlihat dalam musik, sastra, dan seninya. Kota ini terkenal dengan musik
tradisionalnya, seperti gharnati dan hawzi, yang sering dimainkan di pesta
pernikahan dan perayaan lainnya. Musik ini berasal dari al-Andalus, dan
memiliki unsur-unsur Arab, Berber, dan Spanyol. Musik ini dimainkan dengan
menggunakan alat musik seperti oud, rebab, darbuka, bendir, dan qanun.
Seni Islami
juga menonjol di Tlemcen, dengan kerajinan tradisional seperti tembikar,
sulaman, dan kerajinan logam diproduksi dan dijual secara luas di pasar kota.
Tembikar Tlemcen memiliki warna-warna cerah dan motif-motif geometris, bunga,
dan hewan. Sulaman Tlemcen memiliki pola-pola rumit dan warna-warna yang
harmonis, dan digunakan untuk menghiasi pakaian, selimut, dan karpet. Kerajinan
logam Tlemcen memiliki bentuk-bentuk yang elegan dan hiasan-hiasan yang halus,
dan digunakan untuk membuat perhiasan, lampu, dan benda-benda dekoratif.
Haik,
Pakaian Tradisional Al Jazair
Salah satu tradisi yang mencerminkan
budaya dan agama Islam di Aljazair adalah pakaian haik. Haik adalah pakaian
tradisional khas wanita Aljazair, yang berupa kain panjang yang menutupi
seluruh tubuh, termasuk kepala, wajah, dan kaki. Haik biasanya berwarna putih,
tetapi juga ada yang berwarna hitam, biru, atau merah. Haik memiliki panjang
sekitar enam meter dan lebar sekitar dua meter. Haik dibuat dari bahan-bahan
alami, seperti wol, katun, sutra, atau linen.
Haik
memiliki sejarah yang panjang dan kaya, yang berasal dari zaman pra-islam.
Menurut beberapa sumber, haik pertama kali dikenakan oleh wanita Berber, suku
asli Al Jazair, yang tinggal di pegunungan dan padang pasir. Haik digunakan
sebagai perlindungan dari cuaca dingin, panas, dan debu. Haik juga digunakan
sebagai simbol status sosial, karena bahan dan warnanya menunjukkan kelas dan
kekayaan pemakainya.
Negeri
Pencetak Hafidz
Salah satu
tradisi yang mencerminkan budaya dan agama Islam di Al Jazair adalah menghafal
Al Quran. Al Quran adalah kitab suci umat Islam, yang berisi firman Allah yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Menghafal Al Quran
adalah salah satu ibadah yang sangat mulia dan bermanfaat, baik di dunia maupun
di akhirat. Orang yang menghafal Al Quran disebut sebagai hafidz atau hafidzah,
yang berarti orang yang menjaga atau melindungi.
Dikutip
dari laman suaraislam.id (23/11/23) Al Jazair merupakan salah satu
negara yang terkenal dengan banyaknya hafidz Quran yang berasal dari sana. Menurut data
dari Kementerian Urusan Agama dan Wakaf Al Jazair, pada tahun 2020, terdapat
sekitar 1,5 juta hafidz Quran di negara ini, yang tersebar di berbagai wilayah
dan usia.
Al Jazair, negeri
pencetak hafidz Quran, adalah salah satu contoh nyata dari semangat dan
dedikasi bangsa Al Jazair dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam. Al
Jazair juga menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kebaikan,
kemanusiaan, dan solidaritas. Semoga Al Jazair akan terus berkembang dan
berprestasi dalam bidang menghafal Al Quran, dan menjadi inspirasi bagi kita
semua untuk melakukan hal yang sama di tempat kita masing-masing.
Chedda, Pakaian
Pengantin Wanita
Salah satu negara yang
memiliki budaya dan tradisi pernikahan Islam yang kaya dan unik adalah
Aljazair, sebuah negara di Afrika Utara yang mayoritas penduduknya beragama
Islam. Aljazair memiliki sejarah dan warisan yang panjang dan beragam, yang
dipengaruhi oleh berbagai bangsa dan zaman, seperti Arab, Berber, Turki, dan
Prancis. Budaya dan warisan Aljazair terlihat dalam berbagai aspek kehidupan
masyarakatnya, termasuk dalam pernikahan.
Salah satu hal yang
menarik dari pernikahan Islam di Aljazair adalah pakaian pengantinnya,
khususnya bagi pengantin wanita. Pakaian pengantin wanita Aljazair disebut
dengan chedda, yang merupakan pakaian tradisional yang berasal dari kota
Tlemcen, salah satu kota tertua dan bersejarah di Aljazair. Chedda adalah
pakaian yang sangat indah dan mewah, yang menampilkan perpaduan gaya dan warna
yang mencerminkan budaya dan agama Islam di Aljazair.
Di tengah gencarnya
modernisasi yang mendobrak masuk di setiap lini kehidupan, nyatanya kebudayaan
islam di Al Jazair masih diterjaga hingga kini. Adat dan budaya yang diwariskan
secara turun temurun itu juga menjadi bagian dari identitas Al Jazair.

Komentar
Posting Komentar